Powered by Blogger.
*Upcoming* 東京日本語教育せんたー
*Upcoming* 東京日本語教育せんたー寮
Blog Archive
Labels
Archive for January 2015
Reuni Monbukagakushou D3 2014
![]() |
| Big Family of D3 Monbukagakushou |
Pada
tanggal 3 Januari 2015, diadakan reuni di Nihongo Gakkou. Acara ini merupakan
kegiatan silahturahmi tahunan. Panitia penyelenggara tahun ini adalah tahun
angkatan 2010. Mungkin ini adalah sedikit review acara dari angkatan 2014 (鷲桜) sebagai tahun angkatan
peserta termuda. Lalu untuk peserta meskipun judulnya reuni D3 monbukagakushou,
tapi karena merupakan 同級生 (teman seangkatan) di sekolah bahasa
yang sama penerima beasiswa Mitsui-Bussan pun hadir.
Acara dijadwalkan mulai pada
pukul 10.00 JST (Japan Standard Time) di 食堂 (kantin) sekolah yang berada
di 地下一階 (B1). Setelah berbagai
persiapan seperti menggelar alas duduk, memindahkan meja kantin, dan lain
sebagainya, acara pun dimulai. Ohiya, untuk acara seperti ini ada budaya men’traktir’
kouhai, jadi 鷲桜 tahun ini bebas biaya. Untuk senpai yang
masih mahasiswa tahun ini membayar 1000yen, dan yang sudah bekerja membayar
2000yen.
Saling Mengenal
![]() |
| Ketua Angkatan 2014 |
Acara ini seperti reuni pada umumnya adalah kesempatan untuk bertemu kembali
dengan teman angkatannya setelah terpecah ke kousen masing-masing (walaupun ada
juga yang sekarang enchou dan satu universitas), atau yang sudah berkeluarga
atau bekerja. Dari sisi kouhai acara ini adalah kesempatan berharga untuk
semakin mengetahui sekolah seperti apa kousen itu, bagaimana kehidupan disana,
cara-cara untuk mendapatkan enchou, dan sebagainya.
Acara tahun ini diisi dengan
games dengan hadiah-hadiah, makan bersama, ngobrol, diskusi dan sharing
pengalaman, serta perkenalan dari setiap angkatan dengan 司会者 (MC) dari angkatan 2010 adalah
Senpai Radiz, dan Senpai Arif. Tidak dilupakan juga acara wajib, yaitu
foto-foto, dimana Senpai Reza (2005) sudah sangat berjasa mengambilkan
foto-foto kami.
Games
Game
pertama sebagai ice breaker agar peserta saling mengenal adalah game yang
mengharuskan peserta membuat kelompok berdasarkan kesamaan yang dimiliki (misalnya
berdasarkan jurusan kousen, musim kesukaan, dll), lalu dalam kelompok kecil tersebut dalam waktu yang terbatas peserta melakukan 自己紹介 (memperkenalkan diri). Setelah
beberapa pengacakan kelompok, di akhir games, peserta yang cukup percaya diri
akan beradu siapa yang bisa paling banyak mengingat wajah beserta nama,
jurusan, lokasi kousen, dan tahun angkatan peserta lainnya. Pemenang dari game
ini adalah Senpai Rizky (2013) dengan jumlah peserta yang dikenal 33 orang.
Berikutnya ada game Bingo,
dimana 運 (fortune/ luck) peserta diadu
untuk memperebutkan hadiah. 8 hadiah plus hadiah tambahan 5 paket kebab rice diperebutkan.
Peraturan sama seperti bingo pada umumnya. Beberapa peserta ada yang hanya
diberikan harapan palsu dengan mencapai rich (keadaan dimana 4 huruf terkumpul)
tanpa memenangkan hadiah. Pada akhir game karena ada beberapa peserta yang
mendapatkan bingo secara bersamaan, maka kebab rice diperebutkan dengan
jankenpon (suit).
Demikianlah
gambaran dari acara reuni monbukagakushou D3 2014, untuk tahun depan,
senpai-tachi angkatan 2011, yoroshiku onegaishimasu ne!
![]() |
| 2014 |
![]() |
| 2013 |
![]() |
| 2012 |
![]() |
| 2011 |
![]() |
| 2010 (Penyelenggara) |
![]() |
| 2009 |
Ski & Snowboard Bersama PMIJ 2014
![]() |
| Selfie wajib sebelum berangkat |
Pada tanggal 26-28 Desember, seperti tahun-tahun sebelumnya diadakan kegiatan
ski bersama PMIJ yang merupakan kependekan dari Persaudaraan Muslim Indonesia
Jepang. Sama seperti beberapa kegiatan sebelumnya seperti fuji nobori atau
momiji di gunung Takao, meskipun pmij adalah organisasi berlandaskan agama
Muslim, tetapi siapapun boleh mengikuti kegiatan ini. Tahun ini, meskipun tidak
semua, tapi sebagian besar dari 鷲桜, mengikuti program ini. Biaya
untuk tahun ini 20500yen yang mencakup : Sewa peralatan ski/snowboard, tiket
lift, akomodasi, transportasi, dan makan.
Tanggal 26 Desember pukul 10.00 kami berkumpul di stasiun
Shinjuku. Yang waktu itu cukup mengejutkan adalah ketepatan waktu semua peserta
untuk berkumpul pada jamnya (yang mana harus dipertahankan untuk menghapus
stereotype ‘jam karet’ orang Indonesia). Lalu pada pukul 11.00 kami naik bis
yang disewa hanya untuk peserta ski pmij.
27 Desember, sekitar pukul 5.30, kami tiba di nagano (ニュー河内屋ホテルyang merupakan 旅館/ hotel bergaya Jepang yang
berada di 大町市, 長野県/Kota Oomachi, prefektur Nagano).
Untuk pertama kalinya saya melihat salju secara live dengan mata kepala saya
sendiri. Hal yang cukup ditunggu-tunggu (sebagaimana korban negara tropis), dan
yah, image salju tidak semenarik yang saya bayangkan. Pernah lihat es yang
menumpuk di freezer kan? Nah, gambaran itu yang sepertinya paling cocok dengan
salju. Salju yang baru saja turun memang terasa empuk, tapi yang sudah lama turun,
keras seperti es batu (Ga heran titanic tenggelam setelah nabrak iceberg).
Impresi lainnya? Dingin dan basah. Setelah sholat bagi yang beragama muslim dan
makan pagi, dan menitipkan barang-barang yang tidak digunakan selama ski, kami
menuju ke tempat ski yang berjarak sekitar 20 menit via
bus.
![]() |
| 雪 |
Ski

Pernah
lihat Tony Stark dalam sepatu Iron-Mannya (Atau Iron-man saat menuruni tangga)?
Yap, mungkin itulah analogi yang cocok untuk sepatu ski. Sepatu ski kaku
sehingga sulit digunakan untuk jalan. Sepatu itu memiliki sistem khusus supaya bisa terkait di papan ski. Setelah
pemanasan, latihan dasar untuk ski dilakukan. Hal yang pertama dipelajari lagi
adalah, es itu licin! Oleh karena itu cara jalan saat menggunakan papan ski
berbeda. Jalan dilakukan dengan membentuk huruf v, atau menyamping.
Pelajaran selanjutnya adalah jatuh!
Iya, cara untuk jatuh itu penting karena menentukan apakah akan terjadi cedera,
dan cara untuk berdiri kembali. Berikutnya, mengerem. Mungkin ada yang berpikir
guna dari tongkat ski adalah untuk mengerem. Saat meluncur pelan mungkin saja,
tapi saat kecepatan tinggi, tidak mungkin. Jadi, bagaimana untuk mengerem?
Dengan membentuk huruf A. Setelah dirasa cukup mampu, tantangan selanjutnya
adalah naik lift lalu meluncur. Jangankan meluncur, untuk turun dari lift saja
sudah jatuh, sampai dimarahi oleh kakek2 penjaga lift, hahaha. Setelah beberapa
kali jatuh bangun, akhirnya, saya sudah mulai terbiasa. Saat sudah bisa
meluncur rasanya seru sekali.
Sekitar pukul 16.30, setelah
berganti baju, kami berkumpul untuk kembali ke hotel. Yang cukup melelahkan
waktu itu adalah harus menunggu bis dari tempat ski. Selain karena sudah lelah
bermain ski, rasa dingin yang menusuk, barang bawaan (papan ski, dsb), dan juga
antrian yang sangat panjang.
Snowboard
Berbeda dengan ski, snowboard menggunakan sepatu salju yang cukup nyaman saat dipakai berjalan. Rasanya sepatu itu juga bisa dipakai untuk sekedar bermain di salju. Sepatu itu dikaitkan ke papan snowboard dan kami bisa meluncur.
Sama seperti ski, kami juga melakukan pemanasan. Pelajaran pertama adalah mengikatkan kaki ke papan snowboard. Tidak seperti ski, setiap kali turun dari lift, pemakai snowboard harus memasangkan kaki, dan sesampainya di bawah, kami harus kembali melepas ikatan pada sepatu (kalau tidak, kami benar-benar tidak bisa berjalan kan?). Pelajaran kedua adalah meluncur dengan 1 kaki terikat pada papan. Keterampilan ini diperlukan saat turun dari lift.
Setelah mulaimahir terbiasa, kami diperbolehkan menaiki lift. Sampai di atas, waktunya untuk pelajaran selanjutnya, meluncur sambil mengerem dan pelajaran untuk jatuh. Berbeda dengan ski, untuk mengerem snowboard yang dilakukan adalah bertumpu pada tumit, sehingga berat tubuh ke belakang, dan papan mengikis salju. Kedengarannya mudah, namun praktek seringkali lebih sulit daripada teori. Belasan kali kami jatuh sebelum dapat turun dengan mulus.
Pulang bersamaan dengan grup ski, kami juga pulang dengan sakit di sekujur tubuh.
Berbeda dengan ski, snowboard menggunakan sepatu salju yang cukup nyaman saat dipakai berjalan. Rasanya sepatu itu juga bisa dipakai untuk sekedar bermain di salju. Sepatu itu dikaitkan ke papan snowboard dan kami bisa meluncur.
Sama seperti ski, kami juga melakukan pemanasan. Pelajaran pertama adalah mengikatkan kaki ke papan snowboard. Tidak seperti ski, setiap kali turun dari lift, pemakai snowboard harus memasangkan kaki, dan sesampainya di bawah, kami harus kembali melepas ikatan pada sepatu (kalau tidak, kami benar-benar tidak bisa berjalan kan?). Pelajaran kedua adalah meluncur dengan 1 kaki terikat pada papan. Keterampilan ini diperlukan saat turun dari lift.
Setelah mulai
Pulang bersamaan dengan grup ski, kami juga pulang dengan sakit di sekujur tubuh.
和食
![]() |
Setibanya di hotel, kamar pun dibagi. Satu kamar saya saat itu 6 orang. Karena hotel new kawachiya adalah ryokan, kamar berisikan tatami dan screen door. Setelah beristirahat dan mandi, kami berkumpul kembali untuk makan malam.
![]() |
| 旅館 |
Makan malam saat itu dengan
makanan ala Jepang/ washoku. Oleh penjaga hotel, kami diajari cara makan
(urutan makan, fungsi dan nama setiap masakan) makanan Jepang yang baik dan
benar. Yang luar biasa idonesiarashii, adalah meminta tambahan nasi sampai
tante2 penjaga hotel yang tadinya keliling untuk menambahkan nasi dengan
membawa rice cooker kecil, mengambil rice cooker besar, dan berhenti
berkeliling.白馬鹿島やリスキー場
![]() |
| Selfie wajib perjalanan pulang |
Pukul 16.00 kami mulai
mengembalikan barang sewaan. Hal yang lagi-lagi mengejutkan adalah cara
mengembalikan peralatan maupun pakaian ski. Kami hanya perlu menyerahkan dan
tanpa didata nama penyewa (Kalau mereka buka bisnis ski di Indonesia mungkin akan
cepat bangkrut karena barang sewaan dibawa pulang penyewa atau rusak oleh
penyewa). Akhirnya pada pukul 17.00 kami
naik bis untuk kembali ke Tokyo. Sampai di Tokyo pada sekitar pukul 21.30,
dan berpisah ke tempat tinggal masing-masing.
Life Lessons
Supaya
tidak seperti cerita yang kosong atau perjalanan untuk bersenang-senang
saja, berikut beberapa pelajaran yang bisa diambil:
1. Es itu licin
2. Jam karet tampaknya
sudah menjadi bagian dari orang Indonesia, sehingga saat mengatur jadwal harus memperhitungkan
jam karet tersebut, mari kita rubah!
3. Hidup itu kurang lebih seperti main ski.
Berkali-kali jatuh, tetap harus bangun! Cara jatuh itu penting untuk bangun kembali,
makanya di kehidupan juga kita seringkali tidak memikirkan plan B atau
bagaimana rencana utama kita akan gagal, sehingga saat jatuh, tidak tahu cara
untuk bangun kembali.
4. Saat mengembalikan peralatan ski, kita dipercaya
oleh penyedia bahwa kita akan mengembalikan. Ayo belajar menjaga kepercayaan
dan bertanggung jawab.
Tag :
2014,
Fuyu Yasumi,
Referensi Istilah
Istilah Bahasa Jepang yang Akan banyak ditemukan di Blog ini
Beberapa kata ini mungkin akan banyak kamu temukan di blog
ini. Yah, arti disini bukan arti kamus sih, tapi kurang lebih demikian.
E
|
|
映画館
|
Bioskop
|
延長
|
Istilah untuk perpanjangan beasiswa
dari D3 ke S1, atau S1 ke S2 dan seterusnya
|
G
|
|
学校
|
Sekolah
|
~語
|
Bahasa~
|
K
|
|
後輩
|
Adik kelas/ adik angkatan
|
高専
|
Kependekan dari College of
Techonology/ 高等専門学校
|
M
|
|
無理
|
Tidak mungkin, tidak masuk akal
|
文部科学省
|
Kepanjangan dari MEXT, monbu, atau
menteri pendidikan dan kebudayaan Jepang.
|
N
|
|
日本語
|
Bahasa Jepang
|
R
|
|
~らしい
|
Seperti~, ke-an, typical
|
寮
|
Asrama
|
S
|
|
先生
|
Guru
|
先輩
|
Kakak kelas/ kakak angkatan
|
T
|
|
大変
|
Sangat, Melelahkan, tidak menyenangkan
|
東京日本語教育センター
|
Sekolah Bahasa untuk D3/ nama bahasa Jepang
dari Tokyo Japanese Language Education Center
|














.jpg)